Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Nepal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nepal. Tampilkan semua postingan
Dampak positif konseling psikososial UNICEF melalui radio di Nepal

Dampak positif konseling psikososial UNICEF melalui radio di Nepal


Chiranjibi Adhikari bersama anaknya, Kritagya (6) di salah satu tenda medis UNICEF. Mereka sedang berbicara dengan seorang konselor psikososial melalui program radio Bhandai Sundai yang didukung oleh UNICEF. ©UNICEF/2015/Panday.

Dhadingbesi, Nepal – Chiranjibi Adhikari belum pernah melihat Kritagya, anaknya yang berusia 6 tahun, begitu gelisah.

"Dia selalu mencari perhatian," kata sang ayah berusia 45 tahun ini. "Sebelumnya dia tidak seperti ini."

Menurutnya, Kritagya telah mengalami trauma sejak gempa dengan skala 7,8 Richter melanda Nepal pada tanggal 25 April 2015.

"Saya tidak tahu bagaimana mengontrol anak saya," kata Chiranjibi. "Dia sangat mudah panik dan saya tidak bisa menenangkannya.”
Mereka sedang berada di dalam sebuah tenda medis yang disediakan UNICEF di depan Rumah Sakit Dhading di Dhadingbesi, pusat Kabupaten Dhading. UNICEF telah menyediakan dua tenda medis ke rumah sakit tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehubungan dengan meningkatnya jumlah pasien akibat gempa bumi.

Kritagya sendiri dibawa ke rumah sakit setelah ia menderita cedera lengan akibat gempa susulan yang terjadi pada tanggal 7 Mei.

Ketika kantor UNICEF Nepal mendengar tentang situasinya, mereka memutuskan untuk menghubungkan dia dengan program radio Bhandai Sundai (Mengatakan Mendengarkan) yang baru saja diluncurkan. Pada sore hari, acara ini berfokus pada konseling psikososial bagi anak-anak yang terkena dampak gempa. Setelah penjelasan singkat, Chiranjibi siap untuk berbicara di telepon dengan seorang psikolog tentang kondisi anaknya.

"Saya khawatir karena anak saya menjadi panik jika ada guncangan sekecil apapun," katanya di radio.
 
Chiranjibi juga mengatakan bahwa ada banyak orang tua lain yang mengalami masalah yang sama, sedangkan mereka sudah kehabisan ide tentang bagaimana untuk mengontrol kepanikan anak-anak mereka.

Menurut sang psikolog, orang tua harus membuat anak-anak paham bahwa gempa susulan adalah sesuatu yang normal, dan anak-anak perlu disibukkan dengan permainan dan kegiatan kelompok ramah anak untuk meningkatkan interaksi dengan anak-anak lainnya.

Puas dengan respon yang diberikan, Chiranjibi berharap bahwa program radio unik ini bisa "mencapai jutaan orang tua lain yang, seperti saya, terus-menerus khawatir tentang dampak gempa terhadap anak-anak."
 
"Perasaan saya lebih lega sekarang," tambahnya.

Duta Nasional UNICEF Nepal Ani Choying Drolma (tengah) dan pembawa acara radio Ram Abiral (kiri) berinteraksi dengan seorang anak pada program Bhandai Sundai. © UNICEF/2015/Shekhar.

Program ini telah diterima dengan baik oleh penduduk Nepal, dan tidak hanya di daerah yang terkena dampak gempa. Banyak juga telepon dari penduduk Nepal di seluruh dunia untuk menunjukkan dukungan bagi mereka yang terkena dampak gempa.

Beberapa selebriti, termasuk Duta Nasional UNICEF Nepal Ani Choying Drolma dan kapten nasional olahraga Kriket Paras Khadka, juga telah berpartisipasi dalam program tersebut untuk mengangkat semangat jutaan anak-anak yang terkena dampak gempa. Seorang komedian dan aktor terkenal, Jitu Nepal, juga telah memberikan hiburan untuk anak-anak pada slot malam program Bhandai Sundai.


Gempa di Nepal: 5 hal yang perlu kamu ketahui

Gempa di Nepal: 5 hal yang perlu kamu ketahui

Beberapa hari ini sangat memilukan untuk anak-anak di Nepal dan hampir tiga juta anak membutuhkan bantuan kemanusiaan yang mendesak setelah gempa bumi. Berikut lima hal yang kamu perlu tahu tentang bencana ini:

1. Gempa terbesar dalam 81 tahun


© UNICEF/NYHQ2015-1040/Nybo
Gempa berkekuatan 7,8 Richter ini adalah gempa terburuk yang dialami Nepal selama lebih dari 80 tahun terakhir. Lebih dari 60 gempa susulan terjadi, salah satunya mencapai skala 6,7 Richter.


2. Hampir separuh populasi Nepal adalah anak-anak


© UNICEF/NYHQ2015-1013/Nybo
Anak-anak berusia di bawah 18 tahun mencakup 42 persen dari 27,8 juta penduduk Nepal. Sedikitnya 2,8 juta anak-anak tinggal di kawasan dengan dampak gempa terparah.


3. Salah satu negara termiskin di dunia


© UNICEF/NYHQ2012-2007/Noorani
Nepal adalah salah satu negara termiskin di dunia. Menurut Indeks Pembangunan Manusia (World Bank), negara itu berada pada peringkat 157 dari 187 negara.


4. Medan yang menantang


© UNICEF/NYHQ2012-1999/Noorani
Daratan Nepal sangat susah untuk dilintasi karena banyaknya pegunungan. Kathmandu terletak di lembah yang dikelilingi pegunungan Himalaya. Upaya tim penyelamat  terhambat oleh tanah longsor yang memblokir jalur-jalur pegunungan.


5. UNICEF berada di lapangan


© UNICEF/NYHQ2015-1015/Nybo

UNICEF telah berada di Nepal selama 40 tahun dan memiliki program penanggulangan bencana darurat. Bekerja dengan Pemerintah dan mitra-mitra lainnya, kami siap untuk membantu anak-anak dalam pengadaan air bersih dan sanitasi, kesehatan dan gizi anak, serta perlindungan bagi anak-anak yang rentan.

UNICEF tengah bergegas untuk menyalurkan pasokan untuk membantu anak-anak dan keluarga mereka. Mohon bantuan Anda dalam bentuk sumbangan agar kami dapat membantu anak-anak yang telah kehilangan segalanya. Tanpa bantuan darurat, akan ada semakin banyak nyawa yang terancam.

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia