Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Pramuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pramuka. Tampilkan semua postingan
Pramuka Sebagai Agen Perubahan

Pramuka Sebagai Agen Perubahan

Oleh: M. Ilham Akbar Junior

Pertemuan lima tahunan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang aktif di satuan Karya Pramuka Bakti Husada (Saka Bakti Husada) tingkat nasional akan digelar pada 17-23 Oktober 2016 bertempat di Bumi Perkemahan Serut, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan dalam bentuk perkemahan bakti ini  disebut Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Tingkat Nasional ke V (PERTINAS SBH 2016).

Pada kegiatan perkemahan ini UNICEF ikut andil dalam mendukung pelaksanaan kegiatan dalam beberapa segmen: pendirian booth informasi kerjasama, dukungan material peraga untuk pendalaman krida Bina Lingkungan Sehat dalam platform WASH dan pendalaman krida Bina Gizi Sehat dalam platform Adolescent Nutrition. Dimana seluruh kerjasama ini didasarkan oleh cita-cita pengabdian yang selaras antara Gerakan Pramuka dan UNICEF, diharapkan melalui kerjasama ini potensi kemanfaatan dari kedua organisasi tersebut dapat tercapai. Dengan tagline “Pramuka adalah sebagai agen perubahan” diharapkan setiap pribadi Pramuka bisa menjadi contoh yang bagus di masyarakat untuk turut mensukseskan program-program UNICEF yang memiliki pengaruh positif dan perubahan pada masyarakat.

PERTINAS SBH 2016 dibuka oleh Wakil Gurbernur Gus Ipul dan Bupati Blitar Bpk. Krijanto.

Pada hari pertama pelaksanaan PERTINAS SBH 2016, sejak pagi hari sudah terlihat aktivitas pada booth UNICEF, dari divisi Nutrition UNICEF melakukan kegiatan pre-test material dari modul nutrition dengan mengundang kakak-kakak Pramuka untuk berdiskusi mengenai materi yang terkandung dalam modul pelatihan gizi untuk pramuka yang direncanakan akan digunakan pada aktivitas follow up pasca Pertinas SBH 2016. Diskusi tersebut dilakukan dengan proses reading materi oleh Pramuka, lalu dari pihak Pramuka akan memberikan opini dari sudut pandang mereka masing masing. Dari diskusi tersebut didapatkan beberapa point yang bisa digunakan sebagai bahan improvement untuk materi Nutrition kedepannya.


Rekan dari divisi Nutrition melakukan diskusi dengan kakak-kakak Pramuka

Melalui kegiatan reading material ini, program officer dari UNICEF dapat melihat kesesuaian material dengan rentang usia penerima yang akan menjadi target dari aktivitas program kerjasama dengan UNICEF pasca kegiatan Pertinas SBH 2016.

Aktivitas ini melibatkan beberapa adik-adik pramuka dari tingkat Penegak dan Pandega yang berasal dari beberapa daerah yang ikut dalam kegiatan Pertinas SBH 2016 seperti Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua, NTB, Jawa Tengah, maupun dari wilayah lokal dari Kabupaten Blitar.

Dikutip dari wawancara dengan kak Tama, “Ini salah satu kerjasama yang sangat baik, kegiatannya semoga bisa diperbanyak contohnya adalah Pramuka dengan UNICEF membuat acara perkemahan yang secara khusus untuk melakukan penyuluhan kepada Pramuka muda Indonesia tentang kepedulian terhadap anak-anak dan ibu.” Kak Tama adalah salah satu peserta PERTINAS SBH 2016 yang merasa senang dan bangga bisa menjadi agen perubahan dengan ikut dalam program program UNICEF. Kak Tama juga terdaftar sebagai U-Reporter yang siap berperan aktif dalam melaporkan hal hal yang penting dilaporkan.

Kak Tama, Pramuka dari Kontingen Jogja

Salah satu program menarik yang ada dalam booth UNICEF adalah U-Report, khusus untuk program ini disediakan berbagai macam doorprize menarik yang membuat Pramuka muda bersemangat untuk ikut andil dan mempromosikan sebagai bagian dari U-Reporter. Masing masing Pramuka diberikan penyuluhan bagaimana caranya untuk menjadi bagian dari U-Reporter menggunakan media social Facebook dan Twitter mereka. U-Report diharapkan mampu dimanfaatkan secara penuh oleh kakak-kakak Pramuka yang peduli dengan anak-anak dan ibu di sekitar lingkungan sekitar mereka hanya dengan menggunakan media social mereka.

Penjelasan U-Report kepada Pramuka di booth UNICEF.

Dengan antusias mereka mendengarkan penjelasan materi yang menarik dari tim Communication yang diselingi dengan game-game seru dengan hadiah yang juga menarik tentunya.

Kak Ikhsan, Pramuka dari Kontingen Papua

Salah seorang peserta lainnya yaitu kak Ikhsan mengutarakan pendapatnya, “Harapan saya untuk anak-anak Indonesia harus sehat, sadar dengan gizi mereka, dan tidak boleh lagi ada kasus kekurangan gizi di Indonesia”. Kak Ikhsan bercerita bahwa di daerah masih banyak sekali kasus anak anak yang kekurangan gizi dan perlu dengan secara sigap dibantu agar bisa terlepas dari permasalahan tersebut. Kak Ikhsan juga sudah terdaftar sebagai bagian dari U-Reporter dan berniat untuk mengajak kakak-kakak Pramuka lainnya agar mau dan berperan aktif sebagai U-Reporter. Bagaimana dengan kamu? Ayo bergabung sebagai U-Reporter di sini


UNICEF Bermitra dengan Gerakan Pramuka Indonesia

UNICEF Bermitra dengan Gerakan Pramuka Indonesia

Oleh: Kinanti Pinta Karana, Spesialis Komunikasi UNICEF Indonesia

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bapak Adhyaksa Dault (keenam dari kanan), dengan Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Ibu Gunilla Olsson (ketiga dari kanan), Direktur Radio Republik Indonesia Ibu Niken Widiastuti (kedua dari kanan) dan Kepala Komunikasi Bapak Michael Klaus (paling kanan) dengan Penasihat Khusus UNICEF bapak Purwanta Iskandar dan anggota Pramuka pada penandatanganan Perjanjian Kerja Sama 26 November 2015. (© UNICEF Indonesia/2015/Santoso)

JAKARTA, Indonesia, 26 November 2015 – Kesibukan tampak di Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menjelang acara yang sudah lama dinantikan: Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pramuka dan UNICEF Indonesia.

Perjanjian Kerja Sama (MOU), yang ditandatangani oleh Ketua Pramuka Adhyaksa Dault dan Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Gunilla Olsson pada 26 November 2015 itu membuka jalan bagi kerja sama untuk memperkuat implementasi hak-hak anak di Indonesia.

Bapak Adhyaksa mengatakan ia antusias dengan kemitraan ini. “Pramuka akan menggunakan kerja sama dengan UNICEF untuk mendorong perlindungan terhadap anak serta hak mereka untuk berekspresi.”


Perjanjian kerja sama ini akan menjadi dasar kolaborasi dalam sejumlah program termasuk Perlindungan Anak, WASH dan U-Report (© UNICEF Indonesia/2015/Santoso)

“Kami ingin bekerja sama dengan Pramuka dalam bidang seperti gaya hidup sehat, perlindungan anak, sanitasi dan kebersihan, yang merupakan prioritas dalam program nasional baru kami mulai 2016,” kata Ibu Gunilla pada acara itu.

Platform untuk partisipasi anak muda U-Report akan menjadi payung untuk melibatkan anggota Pramuka dalam topik-topik tersebut dan isu yang penting bagi anak-anak dan orang muda di Indonesia.

U-Report Indonesia ada di Twitter dan sudah memiliki lebih dari 40,000 pengikut aktif. “Memfasilitasi keterlibatan anak-anak dan orang muda dalam pembangunan negara merupakan prioritas bagi UNICEF,” kata Ibu Gunilla. “U-Report memberi mereka peluang untuk menjadikan suara mereka terdengar. Bersama dengan Pramuka kami berharap dapat meningkatkan jumlah U-Reporter secara masif.”

Sejumlah fakta tentang U-Report Indonesia (https://twitter.com/UReport_id):

  • U-Report adalah platform komunikasi berbasis Twitter yang memungkinkan UNICEF dan Pramuka untuk menjangkau mereka yang sudah mendaftar sebagai U-Reporter dan memberi mereka pertanyaan, misalnya tentang kualitas sekolah mereka atau puskesmas setempat. 
  • UNICEF mengembangkan platform ini di Uganda dan negara-negara Afrika lainnya, dan sekarang sudah ada 16 negara yang menerapkan U-Report. 
  • Dalam sebagian besar kasus hal ini dilakukan bersama dengan organisasi kepanduan setempat.

Acara penandatanganan tersebut diikuti dengan dialog live yang disiarkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) dengan pembicara Bapak Adhyaksa, Penasihat Khusus UNICEF Purwanta Iskandar dan Rosalita Niken Widiastuti, Direktur RRI.

“UNICEF yakin bahwa sebagai organisasi pemuda terbesar di Indonesia, Pramuka akan menjadi mitra yang luar biasa. Saya berharap bahwa bersama kita bisa meningkatkan kesadaran dan memperkuat pemahaman masyarakat akan beragam topik seperti pentingnya pendidikan anak usia dini,” kata Bapak Purwanta.

Ibu Niken menggarisbawahi peran media untuk membantu masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang hak-hak anak.

“Media massa berperan penting dalam mendukung upaya perlindungan anak dan Radio Republik Indonesia siap membantu menyebarkan pesan serta informasi kepada publik melalui program-program kami,” kata Ibu Niken.

“Ada banyak masalah seperti kekerasan terhadap anak atau penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda, hal-hal itu sangat membuat kami khawatir. Perjanjian kerja sama ini menjadi jembatan hati antara Pramuka dan UNICEF untuk membantu mengatasi masalah-masalah ini,” kata Bapak Adhyaksa.

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia